Selasa, 21 Maret 2017

Jangan menghakimi kesalahan

"SALAH BUKAN BERARTI TAK INGIN BENAR," Mungkin sering kita temui petuah seseorang yang sangat bertolak belakang dari pribadinya.  Bukan karena dia nggak mau ngaca atau hanya mau OMDO (omong doang), tapi bisa jadi dia lagi berusaha menasehati dirinya sendiri dan mengingatkan orang lain. Atau karena dia nggak mau kalau kesalahan dan kepahitan yang dia rasakan juga dirasakan oleh orang lain, sehingga dia merasa terdorong untuk memberi nasehat. Banyak pecandu rokok, mau pun miras yang tak mau kalau saudaranya juga melakukan hal serupa dengan yang dia lakukan, sebab dia tahu kalau hal itu nggak boleh oleh syariat juga dapat membahayakan. Begitu pun dengan perkara yang lain, seperti seorang wanita yang mengumbar aurat tapi malah mengatakan pada kawan wanitanya yang lain "Kamu kalau keluar rumah berhijab yah, di luar sana bahaya banyak preman."  Tapi, yang melarang malah nggak sesuai dengan apa yang dia katakan? Kita hanya butuh mengambil sisi positif dari yang dia sampaikan, tanpa harus mencela, cukup diingatkan kembali dengan cara yang baik. Sejatinya, semua orang menginginkan kebenaran, nggak ada yang mau salah. Logikanya, sebenarnya semua orang menginginkan surga, nggak ada yang mau neraka. Tapi, proses yang ada mau tidak mau harus tetap dijalani. Pada intinya, jangan mencibir, jangan mencela, jangan meremehkan seseorang, apalagi sampai berkata pada sesama bahwa dia munafik, hanya topeng yang dia kenakan, wal'iyadzu billah. Hanya Allah yang tahu hati-hati kita, sebanyak apa pun kesalahan yang diperbuat seseorang, kita tak boleh mencemooh, baiknya kita mengingatkan dan mendo'akan kebaikan. Kita perlu ingat bahwa tak seorang pun yang tahu nasib kita besok, kecuali Dia. Begitu indah kalam-Nya dalam ayat terakir surah Luqman;
...وما تدري نفس ماذا تكذب غدا  (Dan tak seorang pun yang mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok)

PERBEDAAN PERCAYA DIRI DAN UJUB

•ANTARA PD DAN UJUB•

Percaya diri atau oleh anak muda sekarang disingkat PD, bukanlah perkara yang sama dengan ujub. PD berarti percaya pada diri sendiri dan cenderung bersifat optimisme. Sedangkan ujub ini merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang secara terminologi berasal dari kata ('ajaba) artinya kagum. Ujub berarti merasa bahwa memiliki kelebihan atau bangga terhadap diri sendiri dan melupakan Dia yang telah memberi kelebihan itu. Ujub tidak bisa diketahui oleh orang lain kecuali hanya Allah, sebab letaknya di hati.
.
Sedangkan jika seseorang yang berjalan dengan angkuh, meremehkan manusia, dan menolak kebenaran merupakan ciri dari orang yang bersifat kibr (sombong), dan ujub ini bisa menjadi sebab kesombongan seseorang. Ujub adalah salah satu penyakit hati yang sepaket dengan riya', sum'ah, kibr, maupun hasad. Dan ini sangat berbayaha karena penyakit-penyakit hati mampu menjadikan empunya jauh dari Allah hingga mencapai kekufuran. Yang bisa kita lakukan adalah memohon pertolongan pada-Nya agar dijauhkan dari berbagai macam perilaku tercela. Larangan Allah dalam surah Luqman: 18 mengenai ujub atau pun kibr, "Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong), janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."

Sekian, semoga bermanfaat.

Senin, 20 Maret 2017

Jatuh itu indah

•Jatuh yang menyenangkan, dengan luka yang indah•
.
Pernah jatuh kan yah? Rasanya gimana? Bukan jatuh dari sepeda atau dari lantai tiga ke bawah yah. Tapi, jatuh yang satu ini benar-benar buat senang. Eitss, bukan jatuh hati atau jatuh cinta yah! So ...? Jatuh dalam menapaki tiap jengkal dari sisi kehidupan. Senangnya di mana? Senang saat jatuhnya itu bisa dapat banyak pelajaran, senang saat bisa lebih dekat dengan Dia, sebab sebagian besar manusia baru mau bercengkrama dengan-Nya saat lagi susah, lagi terjatuh, lagi banyak masalah. Sedangkan saat diselimuti dengan kenikmatan, seakan Allah menjadi nomor yang kesekian-sekian. Senang saat diberi kesempatan oleh Allah untuk memperoleh banyak pengalaman dalam sebuah proses 'jatuh bangun'. Saya nggak mau bilang 'gagal', cukup bilang 'terjatuh' cause not failure only succes delayed. Senang kalau sering terjatuh berarti jatah untuk jatuhnya sisa sedikit lagi, segera  digarap semua biar nggak tersisa lagi. Senang, saat terjatuh rasanya  jadi kebal yah terhadap serangan yang kemungkinan terjadi, berasa habis suntin imun gitu. Jadi, nggak perlu risau. Selama lukanya selalu dibalut dengan sikap yang bijak, luka itu akan indah. Nggak ada satu pun manusia yang nggak pernah terjatuh. I believe it! 

Jumat, 17 Maret 2017

Apa penulisan "insyaa Allah" benar?

Apa sih penulisan yang benar? Ada beberapa pendapat tentang penulisan insyaa Allah yang benar. Apakah "Inshaa Allah" atau "Insyaa Allah", atau antara "In" dan huruf setelahnya ditulis terpisah? Masih sering keliru kan? Saya pun juga sempat keliru. Baiklah, "Insyaa Allah" berasal dari bahasa Arab "إن شاء اللّٰه" yang artinya "Jika Allah menghendaki." Jika dalam bahasa Inggris, huruf hijaiyah "Sha" berarti ش jadi ketika kita menulis dengan bahasa Inggris, yang digunakan adala"Sha." Sedangkan dalam bahasa Indonesia, "Sha" berarti ص, sedangkan "Sya" berarti ش sehingga jika kita menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia maka baiknya menuliskan "Insyaa Allah."  Nah, sekarang perihal penulisan "insya" ditulis terpisah atau bersambung. Dalam bahasa Arab "إن شاءاللّٰه" berarti "Jika Allah menghendaki" sedangkan jika ditulis bersambung "إنشاءاللّٰه" berarti "Menciptakan atau menghidupkan Allah," wal'iyadzu billahi. Ini dalam konteks Arab. Adapun menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), penulisan yang benar adalah disambung; "Insyaa Allah." Kalau menurut saya sih, ketiganya benar, dan tidak ada hukuman syariat yang berlaku jika menulis "insyaa Allah, inshaa Allah, maupun in syaa Allah." Hanya saja karena kita berdomisili di NKRI ini, jadi taatilah peraturan yang telah ditetapkan, apalagi jika ingin menulis  makalah, skripsi, atau buku, maka gunakanlah sesuai ketentuan KBBI karena akan dicap SALAH oleh dosen atau editor. Yang lebih amannya sih kalau tulis Arabnya saja, "إن شاءاللّٰه."
Sekian, semoga bermanfaat.

Rabu, 15 Maret 2017

Strategi Jitu Menghadapi Masalah

             Masalah bagi sebagian orang adalah sebuah penghambat aktivitas. Padahal jika kita pandai menyikapinya, masalah itu bisa menjadi sebuah peluang kesuksesan. Jadikanlah masalah itu sebagai batu pijakan untuk melangkah lebih tinggi lagi hingga keluar dari lubang masalah itu, jangan malah menjadikannya sebagai batu pengganjal langkahmu yang akan menghalangi segala aktivitas.
Pertanyaannya, how? Bagaimana cara menyikapi problema kehidupan? Baiklah, ada beberapa strategi dalam menghadapi masalah yang beruntun menyapa:

1. Tangkis dengan senyuman
       Jika kamu memiliki masalah baik itu dengan pekerjaan, rumah tangga, atau pun masalah sosial lainnya, jangan menggerutu. Upayakanlah untuk tetap tersenyum meskipun tidak ada orang yang bisa disenyumi. Gila? Ini bukan sebuah kegilaan. Yang gila itu malah yang acak-acak rambut, lempar barang sani-sini, dan teriak menggelegar saat tertimpa masalah. Kalau senyum malah bisa menghadirkan chemistry kebahagiaan. Terus ada yang bilang "Sulit?" Senyum saat lagi ada masalah itu memang bukan sesuatu yang mudah, yang ada malah hanya bisa cemberut dan dahi berkerut. Ini bagi yang mau cepat keriput, hehe. Sesulit dan seberat apa pun itu untuk melebarkan bibir, lebih sulit lagi kalau harus berobat ke sana-kemari karena pikiran yang kacau dan tidak segera terkontrol itu bisa berdampak pada kesehatan. Yang depresi banyak loh! Ada yang karena gulung tikar alias bangkrut, ada yang patah hati karena keiris cinta, ada yang kecewa berat karena tidak lulus ujian, dan masih banyak lagi dampak negatif yang dapat timbul. Beda jika kamu membiasakan tersenyum, perasaan itu akan enteng menghadapi semuanya. Rasulullah juga demen senyum kok, makanya gagah terus dan jadi orang kebal terhadap masalah.

2. Move On
      Susah yah move on itu? Tapi mau tidak stay dengan keadaan yang menyakitkan melulu? Jangan mau deh! Setia memang perlu, kawan. Tapi setia dalam keterpurukan itu hal keliru, dan menurut saya sangat konyol. Kalau setia sama kamu sih mau, jlebb hehe. Okelah, biar bacanya tidak tegang, dibumbui humor juga tidak mengapa yah.
Next, kalau mau bahagia harus berani move on dari kesedihan, tapi jangan lupa cari penawar. Kalau kamu punya masalah dengan teman, atau masalah apa pun itu, cobalah untuk tidak mengingat-ingat selalu hal terburuknya, tapi pikirkan apa solusinya. Kalau dipecat sama atasan, jangan diingat tuh muka dan perkataannya atasan yang bikin hati down. Coba deh langsung action, dan instropeksi letak kesalahan kamu di mana saja. Kemudian benahi, dan mulai untuk mencari kerja di tempat lain. Jangan malah menjadikan rokok, miras dan pelanggaran lainnya sebagai pelampiasanmu saat itu. Ingat! Nikmat dan plongnya memang kamu rasakan, tapi hanya saat itu saja, sedang mudaratnya bisa seumur hidup, bahkan dibawa mati.

3. Curhat dengan-Nya
      Biasanya kalau lagi dilanda masalah, kita bawaannya ingin curhat, biar sedikit lega. Ini memang salah satu cara untuk memperoleh solusi. Kamu bisa curhat dengan orang yang kamu percaya, dan mintalah solusi darinya. Tapi, ada satu hal yang harus kamu ingat bahwa bagaimana pun manusia  hanyalah hamba yang memilki keterbatasan dan juga memiliki problem bahkan mungkin lebih berat yang kamu alami, terlebih ada masalah yang tidak sepantasnya diketahui siapa pun kecuali yang bersangkutan dan Dia. Maka dari itu, jadikanlah  Allah sebagai sebaik-baik tempat untuk bersandar dan mencurahkan semua permasalahan. Dia tidak pernah absen sedetik pun dari mengawasi hamba-Nya, bahkan selalu ada untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya. Allah baik benget yah? Jelas, makanya jangan ragu buat curhat ke Dia. Dia punya banyak solusi yang nominalnya tidak bisa dideskripsikan. Hasbunallahu wa ni'mal yakiin (cukuplah Allah bagiku. Dia adalah sebaik-baik pelindung). Dijamin deh, tidak akan kecewa kalau kamu curhat dan berharap pada-Nya. Apalagi kalau waktu malammu kamu gunakan untuk bercengkrama dengan-Nya, yakin Dia semakin cinta.  Dan siap membantumu keluar dari jeratan masalah.

Jumat, 03 Maret 2017

Better try than never

#Goresan_pena

"Tidak ada jaminan kesuksesan. Namun, tidak mencoba adalah jaminan kegagalan."

Remind it!
Better try than never (Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali)
.
Belum dibuat berhasil oleh Dia ...? Jangan putus asa! Coba coba dan coba sampai kamu tidak sadar telah melalui tangga percobaan dan mulai berada pada tangga kesuksesan. Setidaknya ada kemauan dan komitmen yang tertanam kuat dalam diri.

Mencoba untuk menulis walau hanya satu paragraf itu lebih jauh lebih baik daripada tidak memulai menulis sama sekali. Setelah jemari berada di atas keyboard, atau pun jemari tengah di hadapkan dengan buku dan pena, tidak menutup kemungkinan akan bergerak sendiri di luar dugaan. Ide yang tadinya  hanya secuil. Setelah memulai semakin muncul dan muncul.
Kenapa saya berkata seperti itu ...? Di sini adalah tempat untuk berbagi dan belajar. Tidak sekedar berbagi cerpen, puisi maupun prosa. Tapi juga tulisan-tulisan nonfiksi berupa motivasi, pengembangan diri, parenting dan masih banyak lagi untuk bisa dijadikan sebuah karya sastra.
Teman-teman fiillah, saya pernah terjebak dalam kondisi dimana otak saya kehabisan ide untuk dituang, buku referensi saya sangat minim, sebab tidak ada toko buku atau gramed di daerah saya. Tapi, ada satu yang buat semangat, yaitu tujuan. Tujuan dan komitmen ini apa? Saya berpikir demikian. Tapi, masih saja otakku ini buntu menemukan ide. Akhirnya mencoba membuka buku-buku lama, saya mendapati tulisan saya di buku itu *pemenang tidak melakukan sesuatu yang berbeda, namun pemenang hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda* tetiba semangat saya kembali, dan mulai menekan tombol ON laptop, meskipun laptop saya masih penuh degan garis-garis miring yang berhambur di monitor, saya matikan dan nyalakan lagi begitu terus hingga bagus kmbali dan mulai mengetik satu kalimat. Ehh, tahu-tahunya menjalar kayak ubi jalar��  sampai saya lupa ternyata waktu sudah pukul 04.25 subuh dengan hasil 51 halaman ...

Kamis, 02 Maret 2017

Cerita Singkat Bersamamu

7 hari bersama #PMO_8

7 hari adalah sepekan, sepekan adalah selincam penuh kesan. Mengapa saya katakan demikian ...? Tiada lain karena sepekan yang telah berlalu itu banyak kawan baru yang menyambut sembari menjalin ukhuwah dalam satu tujuan. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah sepekan itu dibumbui dengan ilmu yang tentu saja tak semua orang bisa mencicipinya. Step membuat naskah fiksi maupun nonfiksi yang baik, menyusun outline, bahkan penulisan bahasa Indonesia yang benar sesuai EBI, plus tugas-tugas khusus dari mentor yang deadlinenya tak lupa diingatkan oleh ketua kelas maupun mentor sendiri. Ilmu itu mahal, namun dengan kemurahan hati orang-orang yang berada di PMO terutama sang mentor, kemahalan ilmu tak terasa. Sebab sikap saling sharing terjalin begitu baik. Berikutnya, tulisan-tulisan para peserta yang membuat semangat semakin berapi, bagaimana tidak ... Jika karya-karya itu mampu menyihir pembaca dengan diksi maupun kalimatnya yang terangkai indah, terlebih ketika pelatihan free writing dan fast writing, sangat menakjubkan. Subhanallah, meskipun penulis sendiri terlambat kala itu sebab signal tak mendukung, namun melihat karya-karya yang diberi tema tertentu dan waktu 5 menit dari mentor, meskipun typo berserakan ��namun sangat menggugah asa untuk terus maju dan berkarya. Sasaran utama telah menyapa, 30 hari untuk menyelesaikan satu buku merupakan terget yang akan dituju. Semoga do'a dan dukungan kerap menyertai kami terutama  dari orang-orang tercinta. SEPEKAN = Selincam namun penuh kesan.
1 bulan = 1 buku
"Ditulis oleh orang lain, atau menulis orang lain?" ini yang sempat dituturkan oleh mentor. Dan saya sendiri masih berdiri dengan sebuah prinsip, "Raga boleh mati namun karya tetap abadi."

#PMO_8

Berlatih Untuk Sukses

Ambillah pelajaran dari seekor semut. Dia berusaha merambat ke batang pohon hingga ratusan kali, dan jatuh sebanyak jumlah yang sama. Namun berusaha naik kembali hingga akhirnya sampai pada tujuan yang diinginkan. Karena itu, bangkitlah setiap kali jatuh! Saya tidak ingin mengatakan bangkitlah setiap kali gagal karena sejatinya not failure only succes delayed_tidak ada kegagalan melainkan hanya sukses yang tertunda.
.
Kesuksesan merupakan sebuah proses, bukan sebuah hasil.
Sebab tak ada keberhasilan yang terjadi begitu saja. Ibarat sebuah berlian yang awalnya hanya merupakan bebatuan yang kemudian mengalami proses digesek dan dihancurkan hingga akhirnya menjadi sebuah berlian yang indah dan bernilai mahal. Begitupula manusia, saat kita merasa hati kita sedang tergores, bahkan terasa bahwa hidup ini susah, penuh peluh dan air mata, maka  saat itu pula kita sedang dalam proses untuk ditempa menjadi seorang yang bermanfaat dan bernilai tinggi di masyarakat serta mulia di mata-Nya. Keep fight.

Berdialoglah dengan dirimu!
Apakah hari ini kamu telah mulai bergerak untuk menjemput kesuksesanmu?
Ataukah masih duduk berpangku tangan menyaksikan seusiamu telah tersenyum dengan kesuksesannya? Jika belum memiliki planning untuk perubahan hidupmu yang lebih baik, maka saat ini rancanglah masa depanmu. Dan ingatlah bahwa PERENCANAAN TANPA PELAKSANAAN ADALAH CARA TERINDAH UNTUK MENYIKSA DIRI ...

"Pemenang tidak melakukan sesuatu yang berbeda, namun pemenang hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda."

~Andi Ulfa Wulandari~

Berhenti Mencari Kebahagiaan

Do you have problem?

Sejatinya,

Masalah membawa kita pada dunia baru ...

Masalah mengantarkan kita pada kedewasaan ...

Masalah membuat kita memetik pelajaran

Masalah menjadikan empunya pribadi yang tangguh ...

Semakin sering tertimpa masalah, maka semakin kebal pula kita terhadapnya. Hadapi, jangan hindari!

::

Setiap orang menginginkan kebahagiaan, mereka mencarinya dan terus mencari kebahagiaan itu, tanpa sadar bahwa bahagia itu tak mesti dicari sejauh itu ... dia ada pada perspektif kita masing-masing. Jika kita memandang segalanya dari sudut pandang negatif maka kebahagiaan itu semakin tak terlintas oleh kita. Ketahuilah bahwa kebahagiaan hakiki itu tidak terletak pada gemilangnya harta, tingginya pangkat, dan panjangnya titel yang berderet. Namun, kebahagiaan itu terletak pada kelegaan hati yang bening!!


#Lifeischoice_Tentukan pilihanmu sebelum pilihan menentukkan hidupmu

.

Mengeluh?
>> Nggak ada untungnya. Malah hanya menjadi beban bagi yang mendengar. Habis mau jawab apa lagi? Yang mendengar keluhannya juga manusia. Kalau pun ada feedback kurang lebih "Sabar, orang sabar disayang Tuhan." Plakk, kenapa nggak langsung ke Dia saja ngeluhnya. Ya Dia! Masa nggak kenal sih sama yang kasih kamu nafas. Lebih baik keluhanmu itu disimpan sendiri, atau diletakkan dalam do'a, jangan dibagi kepada orang lain. Kalau senyum sih nggak apa dibagi, tapi kalau keluhan nggak usah, orang lain nggak butuh itu, karena nggak membawa keuntungan sedikit pun. Meski kamu memiliki alasan untuk mengeluh atau pun menggerutu, pura-puralah untuk tidak tahu menahu tentang alasan itu!