Selasa, 28 November 2017

Kaukah Itu





Malam yang kelam tiada cahaya yang mengintip dari arah langit, tiada kerlap-kerlip bintang yang menerangi, tiada sinar rembulan yang memancarkan cahaya nan anggun, tiada hembusan angin yang membawa kesegaran,dan tiada sosok yang kuinginkan datang menghampiri.
Yang ada hanyalah suara jangkrik yang bergerumu di telingaku, dan wajah langit yang nampak pekat dengan kabut. Menambah rasa gundah dalam jiwaku.
               
Kutatap langit yang hitam pekat itu dengan sorotan mata cukup tajam hingga tak terduga, angin yang tadinya tak terasa kini sangat terasa, tiba-tiba langit itu menjatuhkan air yang bening sebening   lelehan air mataku. Kini aku tebak,bahwa itu adalah hujan. Iya,hujan yang kunanti-nanti sejak tadi unttuk menenangkan perasaanku yang hampa.
                                                                                                                                                     
Aku masih terdiam dalam kesendirianku, di sebuah kursi kecil yang begitu setia menanti kehadiran sosok manusia sepertiku. Namun, saking terlarutnya dalam lamunan, akhirnya aku dikejutkan dengan sebuah tangan yang tiba-tiba berada di pundakku. Hatiku tidak tenang, dan jantungku berdetak begitu kencang, namun secara perlahan,aku memberanikaan diri untuk menengok ke araah yang kumaksud tadi. Dan ternyata,sebuah tangan yang begitu lembut bdan sangat kukenaali.

                Mataku memandang wajah pemilik tangan itu, ternyaata dugaanku benaar. Sosok yang begiitu kukenali. Dia seorang wanita yang sangat kusayangi.  Dia tersenyum berkata  “ Ezyha,sudah laarut malam,ayo masuk. Tidaak baaik anaak perempuan di luar malam-malam begini”.
“ Oh,,iya bu….” Sahutku.
                Aku kemudian berdiri dari tempat dudukku kemudian berjalan menuju kamarku yang terletak di dekat ruang keluarga, tepatnya di samping kamar ayah dan ibu. Aku mulaai memasuki kamar dan merebahkan badan  di tempat tidurku. Namun entah mengapa, mataku sulit terpejam. Perasaanku gelisah,aku kemudian mematiakn lampu yang adan di kamarku……

Tak lama kemudian,terdengar suara dari arah lemariku. Dan ternyaata,itu hanya suara handphoneku yang berdering, pertanda ada pesan yang menghampirinya.
     Aku mengambil handphone itu dan mencoba membuka pesan yang baru masuk tadi. Pesan itu berasal dari nomor yang tidak kukenali. Sms atau pesan itu berbunyi :

Malam,zyha… bagaimana kabarmu ?
Apakah kau masih mengenalku ?”

Aku terkejut melihat pesan itu. Aku sendiri tidak tau siapa gerangan yang mengirimkannya untukku  hatiku pun bertanya-tanya dipenuhi, dengan rasa penasaran. Namun, jam di dindingku telah menunjukkan pukul  11.50, aku takut  suara ketikan handponeku akan mengganggu istirahat ayah dan ibu.
                Hmmm,, aku kemudian terpaksa harus memejamkan mata. Keesokan harinya, ketika aku,ayah, dan ibu sedang sarapa, handphoneku kembali bordering dengan nomor  yang sama dengan semalam. Sms itu hanya mengatakan 


“Pagi zhya…..
Always remember you”
Lagi-lagi aku terkejut. Hatiku bertanya  siapa dia ?
Usai sarapan, aku berniat untuk membalas sms singkat itu. Taapi, saat aku ingin mengetik, tibaa-tiba ada panggilan masuk dengan nomor yang sama. Aku mengangkat telephone itu kemudian aku semaakin heran ketika suara yang kudengar adalah suara lelaki.

“Hallo…apa betul ini dengan Geizyha ?”
Kata orang itu. 
Hmm,, iya.Ini dengan siapa ?  jawabku
“Apakah kamu tidak lagi mengenaliku?”
Bagaimana mungkin aku bisa mengenalimu,sementara kamu tidak menyebutkan namamu
“Oh..ini aku Evanz. Apa kamu telah melupakanku ?”
Evanz…!! Mana mungkin aku melupakanmu sedangkan kamu adalah orang yang pertama kali mengenalkanku dengan cinta.
“Benarkah..? aku pikir kamu telah menghapus namaku dalam memori otakmu”
Iya, tentu saja aku masih mengingatmu
“Zyha,,, aku ingin melihat wajahmu yang sekarang. Aku sangat ingin bertemu denganmu. Setelah kurang lebih 5 tahun tidak pernah bertatap wajah”
Memangnya,,,kamu lagi dimana sekarang..??
“Aku……..”
Kamu kenapa Vanz?
“Tidak mengapa. Aku saat ini sedang berada di ujung penantianku”
Maksud kamu???
“Dapatkah kamu keluar dan membuka pintu rumahmu??”
Memangnya ada apa??
“Aku yakin, kamu akan lebih merasakan kebahagiaan ini jika kamu melihat pemandangan di
depan rumahmu”
Apa iya?? Hmmmmpppp,,,,,,baiklah

Aku kemudian keluar dari rumah, mataku tak berhenti memandang wajah yang berada di hadapanku. Bibirku menata senyum untuk seorang lelaki yang juga tersenyum manis padaku……………..
Dia  Evanz, lelaki yang merupakan cinta pertamaku.
 Aku sangat terkejut dan seakan tidak percaya saat kulihat dia berada di depan pintu rumahku bersama seorang wanita paruh baya dan laki-laki yang seusia dengan wanita itu yang merupakan kedua orang tuanya.   Dia bermaksud untuk mengikat ukhuwah yabg lrbih erat dengan keluargaku, jantungku berdebar saat kudengar bahwa dia ingin menjalin hubungan dengan serius dengan PERNIKAHAN . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar